Selasa, 09 Mei 2017

Buah Dari Ziarah Mei 2017





Setelah kembali dari ziarahku di Mei 2017, banyak hal yang kudapatkan

- Kembalilah pada Bapa walau bagaimanapun kondisimu karena hanya Bapa yang mampu memulihkanmu, hanya Bapa yang mengetahui isi hatimu, dan hanya Bapa yang akan menerimamu dalam keadaan apapun.

- Curahkanlah isi hatimu dihadapan Dia yang mengasihimu. Berkeluh kesahlah padaNya, karena Ia adalah Allah yang sungguh penuh kasih, Dia adalah Allah yang pemurah dan pengampun, dan hanya Dialah yang mampu mengangkat bebanmu

- Bersyukurlah senantiasa padaNya walau apa yang kau syukuri bukanlah hal yang besar menurut pemahamanmu. Syukur mendatangkan sukacita, syukur mendatangkan damai di hati, dan syukur menjadikanmu semakin dekat denganNya.

- Belajarlah bersyukur walau itu sulit. Bersyukurlah terhadap masalah yang kau hadapi karena dengan masalah kau menjadi semakin tangguh. Bersyukurlah atas sakit yang kau alami karena saat kau sehat maka kau akan mampu menjaga dirimu. Bersyukurlah untuk luka hatimu, karena dengan demikian engkau belajar untuk tidak melukai hati orang lain.

- Berbincanglah kedapaNya dalam setiap hal, dalam kesulitanmu, dalam kemudahanmu, karena Ia selalu ada untukmu

- Kala hatimu ingin berdoa namun engkau tidak mengatahui apa yang akan engkau doakan, daraskanlah doa Bapa Kami, daraskanlah doa Salam Maria dan berkatalah "Tuhan aku mau berdoa, tapi aku tidak mengetahui apa yang mau aku pinta" maka Ia akan mencurahkan damai dan sukacita dalam hatimu, dan engkau akan menjadi putri kecil kesayangannya.

- Tetaplah baik, itu adalah panggilanmu. Baik bukanlah pilihan namun panggilan. Jika engkau baik dan orang lain membalasmu dengan tidak baik, maka tetaplah baik karena Allah memanggilmu untuk mejadi baik dan selalu baik, jangan perna lepas dari panggilanmu.

-rea-

Senin, 12 Oktober 2015

Happy Rosary

13102015

Long time no story in this blog
Banyak yang sudah berubah dalam rentang waktu ini.
Pekerjaan baru, lingkungan pergaulan baru, suasana baru dan tapi masih ada satu yang tetap sama "status" masih jomblo

Hari ini, mungkin aku bisa tersenyum manis.
Mungkin air mata sudah tidak menetes lagi di pipiku
Hari ini aku mampu berkata "when i open the door, thats new me, no cry anymore, smile because another beautiful rainbow waiting for you behind the door"
So, i open the door and i can smile very big and very beautiful
Its me......sanguin and plegmatis...loh ga nyambung jadinya

Beberapa hari yang lalu, aku hang out dengan satu sahabat pria yang sangat dekat denganku.
Jelek buruk baik bagusnya aku hanya dia yang tau....tapi rasanya aku belum tau jelek buruk baik bagusnya dia secara total dah...kasian deh lu hahahah
Okay...stop to be jayus.

DIa, pria yang 2.5 tahun belakangan ini dekat denganku
Pria yang pernah sangat amat aku harapkan untuk dapat menjadi pendamping hidupku
Pria yang tidak sesuai dengan kriteriaku, namun aku nyaman dengannya.
Nyaman dengan sapaannya, nyaman dengan ajakan bertemunya dan nyaman jika berada dekat dengannya

Yah pria itu, pria yang tidak sesuai dengan kriteriaku telah berhasil merebut hati dan perhatianku
Namun, di saat aku ingin melangkah lebih serius dengannya, kami terganjal.
Tiada restu dari mamaku
Mmmm...berat...sungguh berat karena mama satu-satunya orang tua yang aku miliki saat ini
Tentu sebagai anaknya, aku ingin membuat mamaku bahagia dan sedapat mungkin tidak melawan mama.
Dan.....aku mengalah....aku memilih hanya berteman saja dengan pria tersebut

Kami masih tetap bertemu, masih tetap berkomunikasi as a friend
Dan pria tersebut pun tidak ingin berjuang
Ntahlah...dari pandanganku dia tidak ingin berjuang...pasrah
Ntah dia memang tidak ingin berjuang atau mungkin karena dia juga menghargai mamaku
Karena sepengetahuanku, dia sangat sayang dengan mamanya....mungkin pilihan kedua yangn tepat untuk hal ini

Hari-hari kami jalani seperti biasa, berkomunikasi, bertemu, makan bersama, saling memperhatikan dengan pemberian kecil.
Aku sungguh menantikan saat untuk bertemu dia
Dan akupun sungguh menantikan saat dia menyapa aku

Semua itu aku nikmati tanpa beban, tanpa berpikir ulang untuk berbicara dengan mama mengenai pria tersebut
Anddd....puncaknya adalah 10102015 saat kali terakhir kami bertemu untuk janji makan siang bersama
Aku membuka hp nya dan itu memang sudah biasa aku lakukan dan dia pun selalu mengijinkannya
Aku menemukan percakapannya dengan seorang wanita
Kala itu, aku langsung sedih, aku berpikir "terlambat sudah untuk merubah pikiran mama"
Dan....saat itulah pikiranku menjadi kacau...kacau sekacau-kacaunya bahkan akupun menjadi sakit kepala dan tak bisa tidur.

At the end of this story, aku menghubungi satu teman retretku, dan dia menyarankan untuk novena rosario 4 peristiwa selama 9 hari berturutan dan boleh nyicil

Aku melakukannya dan ajaib, saat peristiwa kedua telah selesai di hari pertama, aku merasakan lega luar biasa.
DI saat itu, aku mampu melepaskan bebanku.
Aku bersyukur untuk segala hal yang pernah aku lalui bersama pria tersebut.
Namun satu yang sangat aku syukuri, mukjizat rosario nyata saat itu juga melepas beban di hatiku.

Ceritanya memang ga nyambung dan berantakan...but i want to say big thanks to lady rosary, and to my best friend Freddy.

Freddy adalah doa-doaku sewaktu aku ke goa maria di yogya, dan rosariolah yang menyelesaikan doa-doaku itu.

Happy rosary all

13102015

Selasa, 30 Desember 2014

At The End Of 2014

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2014.
Banyak suka duka yang telah kualami di tahun ini.
Kegembiraan karena berhasil mendapatkan pekerjaan baru dan selalu dalam kondisi berkecukupan adalah hal yang senantiasa kusyukuri di akhir tahun ini.
Kesedihan dalam penantianku, merasakan duka untuk para korban pesawat terbang dan juga kesepian dalam hatiku akan menjadi refleksiku menapaki tahun yang baru.

Tahun 2014 sebentar lagi akan berlalu. Tahun 2015 akan segera tiba.
Banyak harapan, impian dan cita-cita yang telah kurencanakan di tahun 2015. Bukan aku saja, tentu semua orang akan melakukan hal yang sama.
Semoga hari-hari mendatang akan selalu mendewasakan kita dan menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi.

Selamat tinggal 2014 dan selamat datang 2015.
Kami menantimu dengan penuh keyakinan dan harapan.

Happy New Yearrrrrrr

Senin, 25 Agustus 2014

Must I Give Up Now ? Or Battle ?

Haruskah aku menyerah pada keadaan ?
Keadaan dimana aku tidak mampu untuk bertindak apapun.
Menurut pemikiranku, ingin aku berontak melawan keadaan ini,
Namun hati kecilku berkata "Jangan"

Mengapa aku harus mengikuti kata hatiku
Mengikuti sesuatu yang abstrak
Keberadaannya pun entah dimana
Kebenarannya pun tidak dapat dipastikan

Orang berkata "Sabar, semua indah pada waktunya"
"Waktunya" apa maksud waktunya ?
Waktu siapakah ?
Waktuku atau waktumu atau waktuNya

Abstrak
Tidak ada kepastian
Menunggu
Dan itu membosankan

Ingin mengikuti logikaku "Berontak, ubah keadaanmu"
Tapi apakah itu yang terbaik ?
Apakah demi kesenanganku semata lantas aku harus mengorbankan kebahagiaan orang lain
Apakah setelah semuanya tercapai aku akan bahagia

"Sabar"
Sekali lagi hati kecilku selalu berkata "Sabar"
Sampai kapan ? Logikaku bertanya
:"Hingga waktunya tiba" jawab hati kecilku

Abstrak
Hidup ini abstrak
Bukan, mungkin bukan hidup ini yang abstrak
Melainkah hidupku yang abstrak, selalu hanya ada kata "Sabar"

Dalam sunyi malam, logikaku berbisik
"Jika Tuhan itu ada, Dia pasti akan memberi kekuatan padaku untuk melalui semua cobaan ini"
"Jika Tuhan itu ada, maka penantikanku tidak akan sia-sia"
"Tapi kapan Tuhan akan menjawab doaku ?"

"Sabar"
Hati kecilku selalu menjawab keluhan logikaku
Lelah, penat
Dan tak terasa air mata mengalir dalam sunyi malam

Aku masih di sini bersama hati kecilku dan logikaku
Kami bertiga akan selalu bersama sampai perjuangan ini selesai
Mengikuti kata hatiku maka aku akan "menyerah" untuk menunggu "Semua kan indah pada waktunya"
Mengikuti logikaku maka aku akan "berontak" untuk meraih "apa yang menurutku indah"

Dalam waktu ini
Aku memilih memberikan waktu bagi hati kecil dan logika
Untuk selalu bersuara nyaring
Dan pada akhirnya, aku berserah pada kehendakNya, bukan berpasrah pada keadaan


- putus asa kala doa tidak mendapat jawaban dan penantian tiada ada berkesudahan -
26082014

Minggu, 03 Maret 2013

Sejenak Merenung Tentang Cinta

Bagaimanakah jika jatuh cinta dengan orang yang selama ini kau hindari ?
Seseorang yang selama ini kau benci karena perkataannya yang kau anggap tidak sopan  ?
Seseorang yang belum pernah kau temui dalam dunia nyatamu ?
Namu seseorang itu nyata dalam kehidupanmu

Itulah yang aku rasakan
Jatuh cinta dengan seseorang yang tidak berada dalam dunia nyataku
Berkenalan secara langsungpun belum aku lakukan
Tetapi aku telah jatuh cinta padanya

Tidak memiliki wajah rupaawan
Tidak memenuhi kriteriaku
Tidak memiliki kelebihan menurut pandanganku
Namun dengan dia lah aku jatuh cinta

Sapaan lembutnya setiap waktu menemaniku
Kesabarannya saat menghadapi kemarahanku
Teguran halusnya selalu mengingatkanku
Karena itulah aku jatuh cinta kepadanya

Terkadang, kamu tidak boleh terlalu menolak seseorang dengan begitu gigihnya
Banyak orang yang berkata "Jangan terlalu membenci orang, nanti kamu bisa jatuh cinta kepadanya"
Dan itulah yang terjadi padaku
Karma telah datang padaku

Bagaimana aku harus menghadapinya ?
Pilihanku adalah berjalan bersamanya hingga waktu yang akan menjawab keraguan ini
Karena saat sang dewi cinta bekerja
Aku kelu tak berdaya

Dia, seseorang yang telah membuatku begitu marah
Kini membuatku begitu merindukannya dalam tiap hariku
Membuatku begitu membutuhkannya dalam cakap harianku
Dan itulah cinta, tidak melihat kekurangan, hanya memandang kelebihan saja

04032013
- di saat aku jatuh cinta dengan seseorang yang tidak memenuhi kriteriaku -

Minggu, 24 Februari 2013

First Time to Fortune Teller


First Time To Fortune Teller
Tulisan kali ini tidak berisi puisi seperti tulisan saya terdahulu, melainkan saya mau berbagi pengalaman pertama saya ke tukang ramal atau bahasa kerennya "Fortune Teller"
Mengapa saya mau pergi ke tukang ramal padahal untuk emmpercayai hal-hal mistik sangat jauh dari kepribadian dan kebiasaan saya sehari-hari.
Menduakan Tuhankah saya ?
Tidak. Saya ke tukang ramal hanya karena penasaran dengan masa depan saya tepatnya urusan perjodohan.
Kok ya sampe umur segini belum ketemu jodohnya juga yaaa.

Sempat bimbang dan ragu sewaktu mau pergi ke tukang ramal.
Bimbang karena begitu banyak teman yang berkata "Untuk apa si lu pergi ke gitu-gituan ? Tuhan lo mau lo kemanain ? Jodoh masalah lo ? Klo iya jodoh masalah lo ya lo doang dong, minta sama Tuhan, nanti juga dikasih"
Ragu karena kudu bayar bo. Walau dibilang bayarnya sukarela tapi tu kan tetep aja namanya duit. Dan klo kasih 20rebo berasa jadi orang pelit karena kekecilan. Dikasih 50rebo berasa sayang, kan duit segitu bisa buat makan burger kesukaan saya di Central Park tuh.

Akhirnya hari yang dinanti tiba.
Yang melintas di pikiran adalah "Gw punya Tuhan, yang ngeramal tu orang, pasti juga ngasal la. Gw jg ga akan ngeduain Tuhan gw. Klo bagus y gw percaya, klo jelek berarti lu salah ramal dan gw akan lupain ramalan lo. Tapi sayang ni duit bo 50 rebu bakal melayang buat org yg ga gw kenal asal usulnya. Apa mendingan gw ga usah aja ya trus duitnya gw pake untuk makan2 aja kayanya lbh seru deh"

Teng.......tibalah di rumah tukang ramal yang rumahnya menurut saya ga jelas di dunia bagian mana dan hanya tukang ojek yang paham jalan menuju rumah sang "Mbah"
Sewakktu sampai rumah si mbah ini, kebetulan lagi ada "pasien" di kamar praktek si mbah so saya bisa menenangkan diri dulu duduk santai di ruang tamunya. Pikir punya pikir "Wah...rumah biasa, ga berasa aura mistik n menyeramkannya"
Di dinding rumah itu terpasang foto si mbah yang akan meramal. Loh....cewek toh yang ngeramal ? Karena dalam pikiranku yang dipanggil mbah itu adalah pria. Pertimbangan selanjutnya adalah "Ya sudah lah, coba aja masuk, kan belum pernah diramal juga"

Walau banyak sahabat yang sudah mewanti-wanti untuk tidak menanyakan nasib ke peramal, tapi keingintahuanku lebih besar dari pada ketakutanku akan larangan-larangan mereka...maap ya para sahabat yang sudah menjaga dan menasehatiku, kali ini aku melanggarnya.

Tiba giliranku masuk ke ruang praktek si mbah. Pertanyaan pertama dari si mbah "Apa masalahmu mba?"
Jawabku "Jodoh mbah"
Si mbah "Kenapa jodohmu mba?"
Jawabku "Belum ketemu mbah"
Si mbah "Berapa usiamu mba ?"
Aku "32 mbah"
Mbah "Wes kamu sudah cukup umur mba. Kenapa kamu belum punya jodoh ?"
Aku "Lah makanya saya mau nanya ke mbah kenapa saya belum punya jodoh ya?" jawabku sambil kebingungan dan dalam hati berpikir "Lu kan tukang ramal kenapa malah nanya ke gw, klo gw tau jawabannya jg gw ga ke elu kali mbah"
Mbah "Kamu lahir hari apa mba?"
Aku "Lahir ? Hari apa ? Apa maksudnya ya mbah ? Aku lahir ya pas hari lahirku lah" Asli.....ini nge-blank ga tau maksud pertanyaannya apaan ya
Mbah "Ya kamu itu lahir di hari apa ? GItu maksudnya"
Aku "ooo...sabtu mbah"
Si mbah pun buka buku nya yang sudah super usang "wah pekerjaanmu bagus tenan ini mbak, lancar semuanya, dan kamu disukai untuk setiap pekerjaanmu"
Wuih...bangga bo...tukang ramal bisa bilang kerjaan aku tu bagus...ya iyalah......gw gitu loh......ga percuma lah bonyok didik n bayarin gw sekolah mahal2 hahaha....
Mbah "tapi ini mba...jodohmu berat ya. Laki-laki itu liat kamu tuh kayanya tinggi bener, jd mereka ya minder deketin kamu. Giliran mereka suka, kamu ga suka, giliran mereka ga suka lah kamunya suka. gimana ini bisa ketemu klo kaya gitu terus mba. Kamu tu yah harus banyak doa biar jodohmu dimudahkan Tuhan"
dalam hati mikir "lu kan peramal kenapa lu bawa2 Tuhan yeee...dan kenapa lu suru gw doa. doa mah gw jg tau kudu n wajib ke Tuhan"
Mbah "Kamu lahir tanggal berapa ?"
Aku "17"
Mbah "walah.....bener-bener ini, pekerjaan bagus sekali, tapi jodoh kok ya susah"
Mbah "Bulan?"
Aku "Januari"
Mbah "nah ini, bener susah jodohmu mba. terus lah berdoa, minta ke Tuhan maka jodohmu akan datang"
Aku "trus gimana mbah ?"
Mbah "ya kamu mandi lah"
Aku "yah tiap hari jg mandi mbah sehari 2x malahan"
Mbah "bukan gitu maksudnya. kamu mandi di ancol, buang dalemanmu, lepas ikan lele unt buang sial"
Dalam hatiku "lah...daleman kan mahal...moso dibuang2 si.....trus lepas ikan lg ? mana gw tau ikan air laut apa ikan air tawar. klo salah lepas ikan bisa2 ikan mati gw dosa lagi"
Mbah "tahun berapa mba ?"
Aku "1981"
Mbah "nah kamu ni suka menolong orang lain. bagus ini mba, terus lanjutkan ya semoga jodohmu diringankan Tuhan. Pokok nya banyak-banyaklah kamu berdoa mba. Semoga Tuhan memberkatimu"
Aku "mbah klo mandi nya di goa maria boleh ga ?"
Mbah "agamamu apa mba ?"
Aku "Katolik"
Mbah "ya boleh, lebih baik malah itu di goa maria kamu mandi, berdoa sama Tuhan, minta sama Tuhan supaya jodohmu dimudahkan. Tuhan pasti mendengar doamu"
Aku "makasih mbah"

Aku pun keluar dari ruang praktek si mbah dengan pikiran "Dia peramal apa rohaniawan advisor ya. Kok sepanjang sesi meramal itu aku lebih banyak disuruh doa, doa, doa dan minta sama Tuhan. Tapi ga apa lah setidaknya aku tahu bahwa seperti itu lah pengalaman ke tukang ramal.
Apa perasaanku setelah itu ? Bahagia !!! Karena aku punya Tuhan yang luar biasa yang bahkan peramal yang katanya hebatpun tidak dapat membaca masa depanku karena aku punya Tuhan yang luar biasa.

Dua hari berselang dari sesi peramal itu, sewaktu aku menulis cerita ini, aku tersadar bahwa "Masa depanmu ada dalam rencanaKu. Tidak ada yang mengetahui masa depanmu, anakKu pun tidak, hanya Aku"
Yah...terima kasih mbah, sudah menjadi penasehat rohani ku untuk selalu meminta dan berdoa hanya pada Tuhan sang Perancang Masa Depanku.

Untuk yang mau ke tukang ramal, saranku, boleh pergilah selama kamu tidak menjadikan peramal itu kunci akan masa depanmu. Tanamkan di hati, jika yang boleh kamu percaya itu hanya Tuhan. Mereka pun akan tunduk kepada Tuhan.
Soooo.......apakah selanjutnya akan ke tukang ramal lagi ?
Rasanya...belum tentu. Sayang uangnya bo...mendingan buat makan enak dah

Have a nice day all dan tetap percaya kepada Tuhan ya ^_^

25022013

Jumat, 28 Desember 2012

Selamat Tinggal Sahabat

Aku bukanlah wanita sempurna seperti yang kau impikan
Tiada kecantikan dalam paras rupaku
Tiada kecemerlangan dalam prestasiku
Tiada kegemerlapan dalam hidupku

Wajahku biasa saja
Tidak manis, tidak cantik dan tidak menarik
Bahkan mungkin kalau mau jujur
Wajahku dapat dibilang jelek

Tapi inilah wajahku
Dengan kesempurnaan ciptaan Tuhan berikan kepadaku
Tanpa kekurangan apapun di sana
Dan aku bersyukur untuk wajahku ini

Tubuhku tidaklah indah
Tidak seperti gambaran dalam sinetron
Tidak memiliki lekukan yang indah bak gitar ataupun biola
Tapi tubuhku sempurna dan aku bersyukur untuk tubuhku ini

Brilian ?
Tidak. Otakku sama sekali tidak brilian
Otakku biasa saja
Tetapi aku bersyukur atas otak ini karena dengan otak ini maka aku dapat hidup

Aku memang tidak cantik untuk ukuran wanita
Aku tidak menarik untuk dipandang
Aku tidak memiliki daya tarik apapun secara fisik
Namun aku bersyukur dengan keadaanku ini

Dengan keadaanku ini
Aku dapat menjadi sama dengan orang normal lainnya
Aku dapat sejajar dengan wanita cantik lainnya
Banggalah aku dengan diriku

Dengan keadaanku ini
Aku dapat menemukan teman sejatiku
Bahkan dengan keadaanku ini
Aku dapat menilai siapakah yang tulus mencintai aku

Masa laluku bersamamu indah
Penuh gelak tawa
Penuh perhatian
Dan aku bersyukur untuk itu

Tetapi, aku adalah wanita rapuh
Memiliki hati yang rapuh
Memiliki perasaan yang halus
Dan aku memilih hatiku tetap utuh dan sendiri daripada berjalan bersamamu namun aku terluka

Kisah ini akan selesai
Cerita ini akan berakhir
Seiring dengan berakhirnya tahun ini
Maka akupun takkan menulis kisah lalu menjadi kisah masa depanku

Selamat tinggal sahabat
Terima kasih untuk setiap tawa dan sukacita yang telah kau bagi bersamaku
Kini aku akan melangkah
Pergi meraih citaku akan cinta sejati


- 28122012 -

Untuk seseorang yang telah menjadi bagian masa laluku


Jumat, 02 November 2012

Tuhan Masih Sayang Aku

Tuhan masih sayang aku
Tak dibiarkanNya hidupku berjalan biasa saja
Ia selalu mewarnai hidupku dengan warna
Dan aku menyebutnya "Pelangi Kehidupanku"

Tuhan masih sayang aku
DiberikanNya warna merah dalam pelangi kehidupanku
Agar aku dapat tertawa riang
Dan hidupku cerah ceria dan meriah

Tuhan masih sayang aku
Jingga hadir dalam pelangi kehidupanku
Penanda bahwa mentari pagi akan selalu menyambutku
Demikian juga kasihNya selalu ada bagiku

Tuhan masih sayang aku
Warna kuning pun Ia hadirkan dalam pelangi kehidupanku
Memberi semangat padaku untuk berjuang
Agar aku mampu meraih cita-citaku

Tuhan masih sayang aku
Diberikannya hijau sebagai penyejuk jiwa dalam pelangi kehidupanku
Melalui alam sekitar aku mampu merasakan kasihNya yang tiada batas
Menikmati pepohonan dan rerumputan dan alam ciptaMu

Tuhan masih sayang aku
Biru memberi kedamaian dalam pelangi kehidupanku
Memberiku waktu untuk merenung
Dan bersyukur akan kedamaian yang ada dalam hidupku

Tuhan masih sayang aku
DiberikanNya semburat nila dalam pelangi kehidupanku
Agar aku dapat menikmati indahnya cinta
Dan merasakan getar nikmat jatuh cinta

Tuhan masih sayang aku
Dan akhirnya diberikanNya warna ungu dalam pelangi kehidupanku
Penanda bahwa hidupku adalah karya agungNya
Pengingat bahwa aku adalah ciptaanNya

Tuhan pun tidak hanya memberikanku pelangi kehidupan
Ia menyertai pelangi kehidupanku dengan badai
Kegagalan, luka hati, kekecewaan
Itulah badai kehidupanku

Namun, dalam badai hidup itu
Tuhan tidak membiarkanku berjalan sendiri
Dia tidak melepaskanku seorang diri
Dia akan senantiasa menyertaiku
Karena Tuhan masih sayang aku

-02112012-


Jumat, 28 September 2012

I Wanna Grow Old With You

"I Wanna Grow Old With You"

Another day
Without your smile
Another day just passes by
But now I know
How much it means
For you to stay
Right here with me

The time we spent apart will make our love grow stronger
But it hurt so bad I can't take it any longer

I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing everything you do
I wanna grow old with you

A thousand miles between us now
It causes me to wonder how
Our love tonight remains so strong
It makes our risk right all along

The time we spent apart will make our love grow stronger
But it hurt so bad I can't take it any longer

I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing everything you do
I wanna grow old with you

Things can come and go I know but
Baby I believe
Something's burning strong between us
Makes it clear to me

I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing everything you do
I wanna grow old with you




Terinspirasi dari lagu

Aku ingin bertambah tua bersamamu
Di saat aku membuka mataku
Dan masih kudapati engkau di sisiku
Aku bersyukur karena aku masi bersamamu

Kutatap lekat wajahmu
Wajah yang dulu tampan
Hingga kini pun tetap tampan
Walau kemerut telah menyapu wajahmu

Saat kau buka matamu
Kulihat sinar mata yang sama menatapku
Sinar mata yang penuh cinta
Sinar mata yang memancarkan kehangantan dan kelembutan

Saat aku tersenyum dan menyapamu
Engkau membalas tersenyum
Mulai kulihat kerut di bibirmu
Namun lembut suaramu tetap mempesona telingaku

Kubenamkan kepalaku dalam bidang dadamu
Hangat menjalar saat kulit wajahku menyentuh kulitmu
Dada bidangmu kini telah mengendur
Namun hangatnya masih tetap memberiku kenyamanan

Aku ingin terus bertambah tua di sisimu
Melangkah bersama di sisimu
Berjalan berlahan bergandengan tangan
Menikmati hangat mentari pagi dan kicau burung

Aku ingin bertambah tua di sisimu
Menggenggam erat jemarimu
Membelai lembut punggungmu
Dan kukatakan "Terima kasih telah menemaniku hingga saat ini"

- 28092012 -










Rabu, 26 September 2012

Bintangku

Aku rindu kepadamu bintang
Rindu akan senyumanmu
Rindu akan tatapanmu
Rindu akan suaramu

Bintang, dapatkah kita berjalan bersama
Menyatukan impian dan harapan kita
Berjalan beriringan melangkah bersama
Menuju masa depan yang menjadi tujuan kita

Bintang, mampukah kita melewati semua rintangan ini
Segala keegoisan dan harga diri yang ada pada diri kita
Mampukah kita saling menghargai
Mampukah kita saling menghormati

Bintang, aku menantimu disini
Menanti engkau menghampiriku
Menanti engkau mendekap hangat tubuhku
Dan mengajakku melangkah bersama

Bintang, bila saat itu tiba
Aku akan mempersembahkan yang terbaik dalam hidupku untuk kebahagiaanmu
Aku akan selalu mencoba menyenangkan hatimu
Dan menghapus kelam masa lalumu

Bintang, kita kan mampu merangkai kisah indah kita berdua
Kisah antara kau dan aku
Kisah bahagia yang penuh dengan tawa canda
Kisah cinta yang penuh kehangatan

Bintang, jemputlah aku
Aku di sini selalu menantikan dirimu
Aku di sini berdiri
Siap mempersembahkan yang terbaik bagimu

- 26092012 -


Selasa, 25 September 2012

If Every Morning I can Wake U Up

Jika setiap pagi aku dapat membangunkanmu
Kan kusapa kau dengan kalimat
"Selamat pagi mentariku"
Karena engkau memberi kehangatan dalam kehidupanku

Jika setiap pagi aku dapat membangunkanmu
Kan kukecup lembut kedua kelopak matamu
Ku ingin agar engkau melihat betapa bahagia hatiku
Karena aku terbangun di sisimu

Jika setiap pagi aku dapat membangunkanmu
Kan kudekap erat lenganmu
Karena lengan itu telah melindungiku sepanjang malamku
Dan lengan itu yang akan senantiasa merangkul tubuhku

Jika setiap pagi aku dapat membangunkanmu
Aku akan menemanimu memulai harimu
Memulainya dengan doa dan ucapan syukur
"Bapa, terima kasih Engkau telah menghadirkanku di sisi seseorang yang sangat mencintaiku"

Terima kasih atas cintamu
Cinta yang tak pernah menilai kelemahanku
CInta yang selalu membangkitkan semangat hidupku
Cinta yang menghadirkan kehangatan dalam sanubariku

Karena cintamulah aku akan selalu siap berbagi cinta dengan sesama
Karena cintamulah aku kuat menghadapi tantangan hidupku
Karena cintamulah segala dukaku menjadi senyuman
Terima kasih atas cintamu

- 26092012 -


Senin, 17 September 2012

R U My Soulmate ?

Kata mereka, engkau bukan jodohku
Kata mereka, aku harus menjauhimu agar jodohku segera tiba
Kata mereka, aku harus meninggalkanmu
Kata mereka, engku bukan yang terbaik bagiku

Kataku, engkau adalah bintang hatiku
Kataku, engkau adalah pelangi jiwaku
Kataku, engkau adalah mentari hidupku
Kataku, engkau adalah cakrawala duniaku

Dalam penilaian-penilaian itu aku merenung
Pantaskah aku mengikuti pendapat orang-orang itu
Dapatkah aku menjauh darimu hanya karena pandangan-pandangan itu
Mampukah aku meninggalkanmu

Dalam heningku aku berkata
Selamanya aku akan tetap berjalan bersamamu
Akan tetap melangkah maju bersamamu
Aakan selalu menggandeng tanganmu untuk melewati setiap permasalahan

Aku hanya akan percaya padaNya
Sekalipun aku takkan mau melekatkan pendengaranku pada perkataan orang
Selamanya aku akan manautkan hatiku pada imanku
Dan selamanya aku akan selalu berkata

Engkau adalah sahabat hatiku
Engkau adalah sahabat jiwaku
Takkan pernah aku mampu melangkah meninggalkanmu
Karena engkau telah diciptakan bagiku untuk mengisi relung kosong hatiku








24042012
Sesuatu tidaklah terikat pada ramalan yang telah dibacakan bagiku
Masa depanku adalah rancangan indah dari Bapa
Persahabatan amatlah berharga untuk dilepaskan hanya untuk mencapai tujuan hidup
Karena dengan persahabatan maka tujuan hidup akan mampu digapai

Selasa, 22 Mei 2012

Give Up

Lelah teramat lelah
Sedih teramat sedih
Marah hingga tak sanggup berkata
Itulah yang kurasakan saat ini

Selalu ditentukan untuk mengalah
Selalu dituntut untuk memahami
Selalu dipaksa untuk menerima
Dan pada akhirnya aku menyerah

Menyerah pada keadaan ini
Menyerah pada keputusan ini
Menyerah pada emosi ini
Sungguh tak sanggup berkata

Tiap saat tiap waktu
Masalah yang sama
Situasi yang berbeda
Lingkungan yang sama

Tuhan, aku lelah
Lelah berjalan dalam kisah cinta yang Engkau ukur
Lelah bersabar menanti rencanaMu
Lelah menjadi malaikat kecilMu

Sayap ini rapuh tak lagi dapat terbentang indah
Bibir ini terkatup rapat tak lagi dapat melukis senyum
Mata ini tetap berbinar tetapi oleh tetesan air mata
Hanya hati ini yang tersisa tetapi sudah penuh koyakan

Apa yang dapat kulakukan saat ini hanya diam
Menelaah setiap kejadian dalam hidupku
Merenung masa laluku
Dan berharap agar masa depanku tidak serumit masa kiniku

Kini yang tersisa hanya harapan
Harapan bahwa aku akan sanggup tetap berdiri tegak
Harapan bahwa aku akan sanggup menari indah kembali
Dan harapan akan masa depan yang indah



23052012
- Janganlah aku menjadi pahit hati karena aku selalu dilukai -
- Belajarlah aku dari pengalaman ini agar aku mampu menguasai egoku -
- Dalam kesulitanku yang terbaik adalah berkata "Tuhan aku lelah" dan ketenangan akan menghampiriku memberikan kedamaian dan kesejukan bagi hatiku ini -











Minggu, 29 April 2012

Hari Ini

Hari ini adalah hari yang sangat kunantikan
Berjalan berdua denganmu
Berbincang tentang banyak hal
Bercanda dengan lepas bebas

Hari ini aku berpikir
Apa yang harus kulakukan
Untuk mencairkan suasana
Jika pembicaan kita membosankan

Hari ini kita berjanji
Kemana kita akan menghabiskan penghujung minggu ini
Kita merencanakan banyak hal
Berkunjung, berbelanja dan bersantap bersama

Hari ini aku bangun dengan semangat yang luar biasa
Aku tak tahu bagaimana denganmu
Apakah engkau juga bersemangat menyambut hari ini
Ataukah engkau menyambut hari ini seperti engkau menyambut hari lainnya

Hari ini hatiku gembira
Senyum senantiasa menghias wajahku
Sinar matanya berbinar
Dan langkahku begitu ringan

Hari ini aku berpikir
Pakaian apa yang nyaman kukenakan
Dan juga pantas kau lihat
Agar aku tak terkesan cuek namun juga tetap sopan

Hari ini kita janji berjumpa
Di tempat itu
Di siang itu
Di waktu itu

Hari ini aku datang bertemu denganmu
Kau begitu mempesona dalam pandanganku
Selalu mempesonaku
Dari waktu itu hingga waktu ini

Kau menyapaku
Menatapku
Yang kurasa sapaanku menenangkan sanubariky
Tatapanmu meneduhkan galau hatiku

Hari ini kita berjalan bersama
Menyurus ramai ibu kota
Melintas panas terik matahari
Dalam satu derung suara knalpot

Hari ini aku bahagia
Kita dapat berjalan bersama
Kita merencanakan wisata bersama
Dan kita akan menghabiskan penghujung minggu ini bersama

Hari ini kita sampai pada tujuan pertama kita
Stasiun, menentukan waktu wisata kita
Penuh, namun kita tetap bersemangat mencari tiket
Dan akhirnya tiketpun berhasil didapatkan

Hari ini, kita mikmati santap siang bersama kita
Bukan tempat yang istimewa
Bukan makanan yang spesial
Namun semuanya sempurna bagiku dan itu krenamu

Hari ini selama santap siang aku bahagia
Berbincang denganmu
Menatap matamu
Dan berbagi cerita denganmu

Hari ini kita melanjutkan kembali perjalanan kita
Melintas keramaian lalu lintas
Berpacu dengan kendaraan lain
Menuju tempat selanjutnya

Hari ini kita sampai pada tujuan kita selanjutnya
Pecinan
Banyak hal yang kautunjukkan padaku sepanjang perjalanan
Perjalanan itu menjadi menyenangkan

Hari ini kita berbelanja bersama
Kau perhatikankah rona wajahku
Riang gembira bahagia
Ya sungguh aku menikmati kebersamaan ini

Hari ini kita melanjutkan santapan kita
Makanan selanjutnya
Bukan tempat yang istimewa lagi
Tapi suasana yang sempurna kembali kunikmati

Hari ini aku terkejut
Kalau kau bertanya
Bagaimana aku pulang
Menangis dalam hati namun tetap bijaksana itu ikapku

Hari ini aku mengetahuinya
Bahwa engkau dan aku sahabat
Selamanya sahabat
Dan itu adalah indah

Hari ini aku bersyukur
Karena aku memiliki seorang sepertimu
Seorang yang sangat berharga bagiku
Seorang yang memiliki tempat terbaik di hatiku

Hari ini aku akan belajar
Belajar menempatkan hatiku sebagai sahabatmu
Belajar berjalan bersamamu dengan cinta tulus
Cinta persahabatan

Hari ini sama seperti hari lalu
Aku bersyukur memilikimu
Aku bersyukur mengenalmu
Seseorang yang sangat luar biasa

Hari ini aku bersuka
Karena cinta yang kurasakan darimu
Dan perhatian yang kau berikan kepadaku
Maka aku akan senantiasa bahagia karena kau adalah LSAHABAT HATIKU"

28042012
Untuk seseorang yang istimewa dalam hidupku
Dalam hatiku





a

Kamis, 08 Maret 2012

Kumampu Berdiri KarenaMu

Sahabatku, aku lelah sekali hari ini
Begitu banyak hal yang terjadi dalam hidupku
Dan aku tak mengerti satu alasanpun mengapa itu terjadi
Dan mengapa aku dipersalahkan

Sahabat, aku ingin menangis
Aku ingin bercerita
Namun air mataku tertahan oleh kebingunanku
Dan lidahku kelu oleh ketidakpahamanku

Sahabat, banyak yang berkata bahwa semua boleh terjadi atas ijinMu
Aku mohon berikanlah aku kekuatan untuk mampu menyelesaikannya
Aku tidak ingin menanti hujan masalah ini berhenti untuk aku melangkah maju
Namun aku ingin belajar menari di bawah hujan masalah ini dan menikmati setiap rintiknya

Sahabat, bersamaMu kukan kuat berdiri
Dalam genggam tanganMu kumampu melangkah
Dalam tuntunan langkahMu kuakan dapat berlari
Dan pada akhirnya aku akan menerima mahkota sukacita itu dalam tahta kemenangan.

-08032012-
Deepest in my heart I believe He always wth me








Minggu, 19 Februari 2012

Maju Melangkah Bersamamu Sahabat

Sahabat, senang hatiku tatkala ada kesempatan berjumpa denganmu
Sekian waktu aku menantikan saat ini tiba
Hatiku melonjak girang, sahabat
Ternyata Dia masih memberiku kesempatan untuk berjumpa denganmu.

Sahabat, banyak kisah yang terjadi selama kita terpisah
Kisah bahagia, kisah sedih, kisah cinta dan kisah pilu
Denganmu aku nyaman untuk berbagi segala kisahku
Menatap matamu memberi ketenangan bagi galau hatiku

Sahabat, melihat wajahmu memberikan kesejukan bagi galau hatiku
Mendengar kisahmu memberi warna dalam kalbuku
Banyak hal luar biasa yang telah kau lalui seorang diri
Dan itu membuatku terpesona padamu

Sahabat, aku ingin senantiasa berada di sisimu
Merangkulkan lenganku di bahumu dan berkata
"Mari berbagi beban itu denganku,
Mari kita melangkah bersama menyambut hari esok"

Sahabat, tetaplah kau kuat
Tetaplah kau tegar
Janganlah lelah dan hilang semangatmu
Karena engkaulah semangatku untuk dapat melangkah
Jika engkau lelah, lelah pula jiwaku
Hilang pula kekuatanku untuk melangkah

Sahabat, selamanya kau akan tetap berjalan di sampingku
Dalam suka dan duka,
Dalam senang dan susah,
Karena kau adalah Sahabat Hatiku,
Sahabat terbaik yang Dia sediakan bagiku


20022012
Untuk sahabatku
Majulah melangkah
Semangat dan sukacitalah

-RE-

Senin, 07 November 2011

Jangan Membuatku Menangis Lagi, Bapa

Jangan membuatku menangis lagi, Bapa

Kala impianku pupus tanpa harapan
Kala citaku kandas di tengah jalan
Kala anganku melayang ke awan
Kuatkan aku ya Bapa

Kala hatiku tersakiti
Kala hidupku dihakimi
Kala pilihanku diadili
Hibur aku ya Bapa

Bapa, begitu banyak sudah tetes air mata yang jatuh
Tetes air mata itu sudah tak mampu kutepis
Perlahan dan semakin deras
Meninggalkan pilu teramat

Bapa, impianku pernah pupus kala Kau memanggil hambaMu Beato Yohanes Paulus II
Impian yang kubangun sejak masa kecilku "Aku harus ke sana, untuk mengikuti misa bersamanya"
Sekian tahun aku berdoa, sekian tahun aku berusaha, dan pada saatMu, rencanaMu yang nyata
Bapa, aku menangis kala itu.
Menangis bukan karena hambaMu meninggal
Menangis bukan karena impianku pupus
Aku menangis karena Engkau tidak mendengar doaku
Namun hati kecil masa kanakku berkata "Masih ada hari esok yang perlu kau perjuangkan setelah impianmu kandas"

Aku melangkah lagi Bapa
Menetapkan impian lain yang ingin kucapai
Kala itu, aku beranjak remaja
Kutetapkan tujuanku "Aku ingin memiliki hati yang mulia, agar hidupku bermanfaat untuk sesama dengan berbagi kasih bagi mereka"
Dan untuk tujuanku ini, Engkau bukakan jalan yang begitu lebar bagiku, terima kasih Bapa, dan aku kembali menangis

Bapa, aku telah menjadi gadis dewasa saat ini.
Rasa tertarikku kepada lawan jenis mulai timbul
Kujalin persahabatan dengan lawan jenisku, tentunya dengan harapan "Semoga ia dapat menjadi cinta pertama dan terakhirku"
Perlahan kubangun impian baru mengiring impianku yang lain "Aku ingin kala aku menikah, semua keluargaku hadir secara lengkap mengiringi pernikahanku"
Manis yang kurasa pada saat itu Bapa,
Sukacita senantiasa, senyum selalu menghias bibirku

Namun, impianku adalah impian manusia
Tiada yang mengetahui masa depanku selain Engkau
Oma dan papaku Kau panggil kembali ke rumahMu
Pupus harapanku.
Hatiku ? Sakit luar biasa ya Bapa, kenapa semua ini harus terjadi padaku ?

Beribu pertanyaan muncul dalam benakku
Bagaimana masa depanku ?
Siapa yang akan melindungiku ?
Siapa yang akan memperhatikanku kala kusakit ?
Siapa yang akan menjaga hatiku agar aku tidak menangis lagi ?
Siapa yang akan menghibur hatiku kala aku bersedih ?
Siapa yang akan menjadi teman bertukar pikiranku ?
Dan berbagai pertanyaan tentang siapa lainnya muncul dalam hatiku
Semuanya hanya mendatangkan gundah bagiku
Tanpa jawaban yang pasti kuberkata pada diriku sendiri
"Bapaku di dunia boleh lah sudah tidak menemaniku lagi di kehidupan ini, tapi Bapa Sorgawiku kan senantiasa mengiring langkahku setiap saat. Dia yang akan memegang tanganku, Dia yang akan melindungi aku, Dia yang akan mencukupi kebutuhanku, dan Dialah yang akan menghibur aku. Tak sekalipun Dia akan meninggalkanku"
Sekali lagi aku menangis Bapa



Bapa, aku tak ingin menangis lagi
Aku lelah berteman dengan kesedihan
Aku letih bersahabat dengan air mata
Aku bosan berjalan dalam duka

Bapa, jangan buatku menangis lagi
Kuatkanlah aku kala aku goyah
Pegang tanganku kala aku ragu
Hibur aku kala aku berduka

Ini aku Bapa,
Lilin putih kecil menyala
Yang siap Kau gunakan untuk menerangi sekitar

Minggu, 30 Oktober 2011

Menuai Rahmat Bersama Bunda Maria

Dalam rangka memperingati bulan Maria di bulan Oktober 2011 ini, saya mengisinya dengan mengikuti Ziarek bersama KSK Widiakarya yang diadakan pada tanggal 28 - 30 Oktober 2011, dengan tujuan Goa Maria Sawer Rahmat, yang berlokasi di Cisantana, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.

Saat teman saya menginformasikan mengenai acara ziarek ini, saya langsung mencari informasi mengenai medan perjalanan menuju Goa Maria Sawer Rahmat agar saya dapat mengatasi keterbatasan fisik saya.
Setelah informasi lengkap saya dapatkan, maka saya memutuskan untuk mengikuti ziarek ini.

Beberapa hari menjelang keberangkatan, saya mendapat informasi dari teman yang berada di daerah Cirebon bahwa daerah tersebut sangat sering hujan, dan teman saya menyarankan untuk membawa payung.
Dengan yakin dan percaya saya katakan "Tidak akan turun hujan selama acara ziarek berlangsung, Tuhan akan senantiasa memberikan cuaca cerah selama ziarek ini."
Dalam hati saya ragu juga dengan ucapan saya, di musim hujan mana mungkin cuaca cerah, tapi untuk menguatkan hati saya maka ucapan itu saya keluarkan dan menjadi ujud doa saya beberapa hari sebelum ziarek.

Sehari sebelum ziarek berlangsung, ujud doa saya bertambah lagi "Tuhan, jaga aku agar aku tidak terjatuh ya. Tuhan tau kan mataku kurang bagus, jangan sampai selama ziarek ini aku terjatuh."

Detik keberangkatan semakin dekat.
Jumat 28 Oktober 2011, hujan deras terus mengguyur Jakarta. Dengan harapan atau iman lah (saya sudah tidak dapat lagi membedakannya karena panik mendera saya) saya yakin dan percaya bahwa doa saya akan Tuhan jawab yaitu "Tuhan akan memberikan cuaca cerah dan hari yang panas untuk menemani acara ziarek ini"
Tepat saat saya menginjakan kaki di Gereja St Theresia pada pukul 20.00 hujan berhenti, dan saya sungguh tidak terkena satu tetes air hujanpun tepat sesaat saya siap memulai acara ziarek ini.

Perjalanan menuju Kuningan dimulai. Setelah kami naik ke dalam bus yang akan mengantarkan kami ke lokasi ziarek, panitia mengadakan doa Rosario bersama. Saya tidak pernah menyukai doa Rosario, sepanjang doa Rosario berlangsung, saya hanya berdoa "Tuhan, berikan cuaca yang cerah, jaga saya agar saya tidak terjatuh, saya sungguh takut melalui semuanya ini, tapi saya sungguh ingin mendapat rahmatMu dalam acara ini. Bunda Maria, mohonkan kepada PutraMu untuk mengabulkan doaku ini, Amin"
Doa singkat ini menemani perjalanan saya, dan senantiasa saya ucapkan di kala cemas itu melanda saya.

Sabtu 29 Oktober 2011, kami tiba di Kuningan, dan pada pukul 05.00 kami sampai di lokasi penginapan yaitu rumah salah satu umat Gereja Maria Putri Murni Sejati. Sambutan hangat suster, pemilik rumah dan beberapa ibu WKRI tersebut cukup mampu mengusir lelah saya setelah semalaman berisitirahat di bus.
Sempat terbersit ucapan syukur dalam hati saya "Terima kasih Tuhan, akhirnya naik ke Goa Maria tidak dalam keadaan gelap sehingga saya dapat berjalan dengan aman"
Setelah beberes seadanya maka perjalanan dilanjutkan menuju Goa Maria.

Peserta ziarek diturunkan di tepian jalan dimana kiri kanan jalan tersebut penuh dengan tanaman, dan sungguh indah pemandangan tersebut ditemani dengan segarnya udara pagi.
Perjalanan menuju Goa Maria pun dimulai.
Perjalanan yang awalnya tidak terasa berat karena hanya memalui jalan setapak yang datar, lama kelamaan berubah menjadi medan yang penuh tantangan karena kami harus menaikin banyak anak tangga.
Kelokan demi kelokan, lahan datar demi lahan datar memberikan harapan bahwa sebentar lagi kami akan tiba di Goa Maria, ternyata hanya harapan saja karena perjalanan itu sungguh jauh dan melelahkan ditambah dengan kondisi badan yang sama sekali tidak beristirahat dengan sempurna semalaman.

Dalam perjalanan tersebut, diisi dengan rosario yang saya tidak mengetahui urutannya karena saya dan beberapa teman sempat tertinggal akibat ada kecelakaan kecil yang terjadi pada teman saya.
Akhirnya giliran saya memimpin satu manik Salam Maria, dengan nafas yang lumayan tidak beraturan saya mampu menyelesaikan satu manik Salam Maria.
Perjalanan ke Goa Maria masi berlanjut, dan tak lama kemudian saya melihat banyak tempat duduk. Lumayan pkir saya karena saya dapat beristirahat sejenak sebelum perjalanan dilanjutkan.
Tak lama setelah beristirahat sejenak, panitia mengajak kami ke pendopo, dimana pendopo tersebut kadang kala digunakan sebagai tempat misa, dan disanalah kami melakukan ibadat dan renungan pagi.

Setelah selesai ibadan dan renungan pagi, maka kami kembali ke lokasi tempat duduk tersebut. Dalam perjalanan menuju tempat duduk tersebut, salah seorang teman saya sempat meminta agar saya membantunya mengambilkan gambar. Tanpa saya sadari, saya mundur terlalu jauh dan saya tidak menyadari bahwa ada anak tangga di belakang saya, Untung saya tidak terjatuh. Pada saat itu hanya ucapan "sukur gw ga jatoh" keluar dari mulut saya, tapi saat saya menuliskan ini barulah saya menyadari bahwa doa saya terjawab yaitu "Tuhan jaga saya agar saya tidak terjatuh selama perjalanan ziarek berlangsung" dan setelah saya mengingat kejadian itu kembali, saya merasakan saat itu ada lengan yang menjaga di punggung saya sehingga saya tidak terjatuh dan juga kaki saya tidak terkilir sama sekali.

Setelah mengambil beberapa gambar, kami menuju ke lokasi yang banyak kursi tersebut, dan saya baru menyadari bahwa di atas batu-batuan itulah terdapat patung Bunda Maria.
Wah, lokasi Goa Maria nya sungguh tinggi. Keraguan sempat melanda saya "Apa saya mampu naik kesana ? Kalau saya mampu, bagaimana nanti saya dapat turun ? Masa iya cuma turun aja minta dituntun ? Memalukan sekali."
Namun dorongan kuat untuk melihat dan berdoa di Goa Maria itu sungguh besar, dan mampu mengalahkan ketakutan saya.

Dengan langkah pelan saya naik menuju Goa Maria, dan saat tiba di muka patung Bunda Maria, tantangan lain menanti saya. Saya tidak mendapatkan dingklik, loh gimana ni cara berdoa ga pake dingklik, duduk di pelataran goa bukan menjadi pilihan saya mengingat keterbatasan pakaian yang saya bawa. Salah seorang sahabat menawarkan agar memakai dingklik kecil itu berdua dengannya. Sekali lagi ucapan syukur terlontar dalam hati "Makasi Tuhan, bisa doa deh, berkati sahabat saya ini"

Kemudian saya melanjutkan ritual saat saya di hadapan Bunda Maria, buat tanda kemenangan, pejamkan mata, berdoa, amin, buka mata dan melihat lokasi sekitar Goa Maria. Wow...apa yang istimewa dari patung ini ya ? Muka patung tersebut saya lihat sungguh keras dan tidak bersahabat, kemudian saya melihat dinding goa, bunga persembahan dan tak lama kemudian saya turun perlahan, mengisi air untuk seorang sahabat, dan menantikan teman-teman lainnya selesai berdoa agar saya dapat berjalan bersama mereka sewaktu menuruni medan ini.

Perjalanan menuruni medan bukanlah hal yang mudah.
Sewaktu pergi, tantangan saya adalah tenaga yang habis karena mendaki yang begitu panjang dan tinggi.
Tantangan sewaktu pulang adalah medan yang menurun. Walaupun menuruni ratusan anak tangga itu sangatlah mudah, namun bagi saya itu sangatlah memakan tenaga, karena saya memiliki trauma akibat pernah terjatuh dari bukit sewaktu ziarah makam di Padang. Trauma itu selalu terbawa saat saya harus menuruni apapun juga. Akhirnya dengan perlahan saya berhasil menuruni medan tersebut tentunya dengan bantuan beberapa teman yang dengan suka rela menemani saya berjalan lambat.

Sesampai di rumah umat tempat kami akan bermalam, maka kami membersihkan diri, sarapan, dan mempersiapkan diri untuk mengikuti acara selanjutnya.
Selesai membersihkan diri, saya dan beberapa teman berjalan menuju susteran untuk mengambil barang yang tertinggal di bus. Ternyata oleh Ronald, salah seorang panitia, kami dibawa menuju Gereja Maria Putri Murni Sejati yang ada di lokasi susteran tersebut.
Di sana sedang diadakan bazar Hari Pangan, dan kami pun sejenak berbelanja di sana. Setelah berbelanja, kami memasuki Gereja Maria Putri Murni Sejati.
Gereja ini sangat sederhana namun memiliki kesan hangat di hati saya, dimana saya merasa sangat tidak asing dengan gereja ini. Oleh Ester, salah seorang panitia, dijelaskan bahwa gereja tersebut pernah terbakar, dan salib yang ikut terbakar pun hingga saat ini tetap dipasang di dekat Tabernakel.
Sejenak saya berdoa, entah kemana saya harus berdoa saya tidak memperhatikan. Satu tujuan saya saat itu adalah hendak berdiam diri di hadapan Allah. Dalam hening itu, kembali kecemasan saya muncul dan kembali saya memohon agar Tuhan menjaga saya agar saya tidak terjatuh dalam acara Ziarek itu. Keluar dari Gereja, saya melihat ada Goa Maria yang sangat sederhana, namun Goa Maria itu memunculkan kerinduan dalam hati kecil saya untuk berdoa sejenak dan kembali doa yang saya saya panjatkan. Saat menulis ini, saya baru tersadar "Apakah sedemikian takutnya saya saat itu ya ?" Ya, saya sungguh takut saat itu, cemas dan kuatir jika saya sampai terjatuh, maka saya akan merepotkan orang lain dan membuat mama saya kuatir.

Kemudian acara dimulai dengan permainan dalam kelompok, makan siang, penjelasan dan permainan yang dibawakan oleh suster Rita (ursulin) dan saatnya istirahat dan mandi sore pun tiba.
Dalam waktu tersebut saya dan beberapa teman berjalan kembali ke susteran guna mencari lilin untuk keperluan jalan salib yang akan diadakan malam itu. Setelah lilin didapatkan maka saya mengajak teman saya untuk melihat Gereja itu lagi. Entah mengapa, saya sangat merindukan untuk kembali berdoa di Goa Maria yang ada di dalam lokasi Gereja tersebut. Kemudian hal yang sama saya mohonkan kepada Bunda Maria, tentu saya ada permohonan lainnya yaitu agar Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, kebahagiaan dan kecukupan pada mama saya, melindungi keluarga saya, menyembuhkan mata saya dan yang terakhir adalah agar saya diberikan seorang pendamping yang sesuai.
Ketenangan melanda hati saya, lega rasanya setelah mampu mengutarakan segala beban tersebut kepada Bunda Maria, tetapi langkah kaki saya belum lah ingin kembali, belumlah ingin menikmati waktu istirahat yang disediakan itu. Kaki saya melangkah masuk ke dalam Gereja. Dengan keheningan dan ketenangan yang saya kagumi saat itu, saya melangkah masuk ke dalam Gereja, mengambil tempat di posisi tengah tepat di depan altar.
Duduk diam, termenung, bercakap sejenak dengan Tuhan dengan doa yang sama, hening, menangis, kagum akan rencanaNya yang ada dalam hidupku. Lega hati saya setelah semuanya mampu saya ungkapkan dalam doa di sore hari itu. Kemudian langkah saya tetap tidak ingin meninggalkan lokasi Gereja tersebut.

Saya maju ke hadapan tabernakel, memandang sejenak, namun kerinduan hati saya tertuju pada salib hitam legam yang pernah terbakar itu. Perlahan dan ragu saya mendekat, saat itu yang ada dalam pikiran saya adalah "Bagaimana kalau ada orang lewat dan berpikir saya mau bom gereja ?" Keraguan itu sempat hinggap, namun keinginan kuat saya untuk mendekat mengalahkan ragu itu. Saya mendekati salib hitam legam tersebut, dan saya kagum karena salib itu murni dari kayu menurut penglihatan saya, bagaimana salib itu tidak terbakar habis ya, Tuhan sungguh besar kuasaMu bila Engkau berkehnedak.

Selesai mengagumi salib hitam legam tersebut, saya menghampiri teman saya, dan kami pun berjalan pulang ke rumah umat.
Selesai mandi sore, maka kami semua ke Gereja Stasi St Carolus Boromeus yang ada di Sukamulya, Kuningan untuk mengikuti misa di sore hari itu. Saat memasuki Gereja, hal pertama yang menarik saya adalah bangunan gereja yang kecil namun bersahaja, ditambah dengan umat yang hangat bersahabat menyambut kedatangan kami.
Misa sore hari itu dipersembahkan oleh Romo Abu. Beberapa kali sahabat saya di Cirebon mengatakan bahwa Romo Abu adalah romo yang luar biasa, namun saya lebih terkagum dengan Salib besar yang ada di atas Tabernakel, sungguh indah dipadu dengan dindingnya dan patung Bunda Maria serta patung Yesus. Semua itu menjadi hiburan bagi mata saya sejenak.
Saat misa, suasana kekeluargaaan dan kehangatan makin dapat dirasa, dengan cara pemberian persembahan dimana umat satu per satu maju ke hadapan altar dan meletakan persembahan mereka pribadi kepada Tuhan.
Ya Tuhan, umatMu ini sungguh rendah hati, dari kekurangan mereka mampu mempersembahkan yang terbaik kagumku dalam hati.

Selesai misa, seorang bapak menyapa saya "Jam berapa mba mau mulai ziarek nya ? " tanya nya ramah.
Saya menghentikan langkah dan melihat kepadanya, senyuman tulus dan hangat terpancar dari raut wajah sederhananya "Oh, sudah mulai dari tadi subuh pak, jam 5 kami sudah rosario ke Goa Maria, tapi nanti jam 10 malam akan jalan salib ke sana lagi."
Sang bapak berkata "Oh ya, selamat berziarah mba, Tuhan memberkati sepanjang ziarah ini."
Wah, sang bapak ini betul-betul baik pikirku karena seorang asing mau menyapa dengan bersahabat, dan mendoakanku. Tuhan, berkati umat di gerejamu ini, doa singkatku sebelum meninggalkan gereja tersebut.

Kemudian kami menikmati makan malam yang telah disediakan ibu-ibu WKRI di rumah umat (Ibu Een) yang kami tempati tersebut. Lauk sederhana, tapi jika disajikan dengan hati sungguh nikmat rasanya, ditambah dengan suasana akrab dan kekeluargaan dari seluruh panitia dan peserta benar-benar menjadi acara malam minggu yang indah sekali.

Selesai makan malam, acara selanjutnya dibawakan suster Rita, dengan memberikan banyak penjelasan dan hal lain yang berguna bagi kami, dan sejujurnya saya sangat terkantuk-kantuk dan tidak memperhatikan acara tersebut, tapi satu kekawatiran saya yaitu malam ini akan jalan salib, bagaimana ini kalau hujan ?

Selesai acara, maka kami mempersiapkan diri untuk mengikuti jalan salib.
Sempat ragu di hati saya, apakah saya tinggal saja dan mengaku sakit pada panitia supaya tidak perlu mengikuti jalan salib ? Namun satu suara lagi berkata kalau saya mengaku sakit sungguh saya melewatkan satu kesempatan indah, dan untuk apa saya datang jauh-jauh dari Jakarta jika hanya ingin bermalam saja ?
Perang dalam hati saya di mulai. Pikiran pertama berkata mengaku sakit saja agar saya ga perlu repot berjalan dalam kegelapan, dan nanti kalau saya terjatuh bagaimana ? Tepat pada saat pikiran saya sedang berdebat, Steven salah satu panitia menghampiri dan bertanya "Semua ikut jalan salib ?" dan dengan reflek saya menjawab "Kalau saya ketinggalan, saya akan ditinggal atau ditungguin ?" Spontan saya menyesal dengan pertanyaan itu, karena menurut saya pertanyaan itu sungguh tidaklah sopan dan dapat melukai hati orang. Steven menjawab "Ya ga mungkin kita tinggalin dong, pasti kita tungguin"
Lega hati saya mendengar jawaban itu, dan saya pun mempersiapkan diri untuk mengikuti jalan salib itu. Senter sebagai penerang jalan, payung tongkat sebagai tongkat, jaket dan lilin sudah dipersiapkan dengan baik. Sebelum keluar saya kembali berdoa "Tuhan jaga saya agar saya tidak terjatuh"

Jalan salib pun dimulai. Wow....luar biasa gelap. Bagaimana saya dapat melihat ? Dengan senter pun cahaya yang ada tidak lah mampu menghalau gelap ini. Dengan perlahan saya berjalan dalam rombongan, namun karena keterbatasan penglihatan saya, semakin lama saya semakin tertinggal, terlebih saya sangat takut kala melewati jalan setapak yang tidak terdapat anak tangga dan hanya ada batu dan tanah saja. Pelan dan sangat lambat saya melangkah dan payung tersebut saya manfaatkan sebaiknya agar dapat menopang ketakutan saya.

Setiba di lahan datar, Steven menghampiri saya dan berkata "Berjalan di tengah agar tidak tertinggal" Saya mengikuti saran tersebut, tapi saya kembali tertinggal, namun akhirnya saya dapat tiba di Taman Getsemani.
Di Taman Getsemani itu, suster Rita kembali membawakan renungan malam, dan prosesi lilin sebagai wujud hidup yang dipersembahkan. Kemudian saya menyalakan lilin dan berkata "Tuhan, ini hidup saya, saya persembahkan hidup saya ini, pakailah seturut rencanaMu. Hidupku bukanlah aku lagi, melainkan rencanaMu"
Selesai menyalakan lilin kami kembali berjalan. Dan terdengar Steven berkata ke Ronald "Tolong dampingi terus" Lega juga hati saya karena saya betul-betul tidak ditinggalkan selama perjalanan dari Taman Getsemani menuju perhentian pertama dan perhentian selanjutnya, dan sepanjang perjalanan tersebut, bergantian Ronald, Ester mendampingi saya, dan kemudian Dyan dan Muliawan pun bergantian berjalan di sisi saya.

Saya memang tidak dapat mengikuti prosesi jalan salib secara sempurna karena tiap kala doa jalan salib dipanjatkan saya tidak dapat berdoa bersama, dan saya hanya dapat bersyukur dalam hati "Tuhan terima kasih untuk pengorbananMu di kayu salib, dan atas keajaiban dalam hidupku" Di saat lainnya saya berdoa "Tuhan terima kasih atas penjagaanMu" Dan di perhentian yang lainnya saya berdoa untuk hal-hal lain yang melintas dalam pikiran saya.

Selesai prosesi jalan salib, kami berkumpul di pelataran Goa Maria, menanti giliran untuk dapat berdoa rosario bersama karena pada saat itu ada kelompok lain yang sedang berdoa rosario.

Setelah kelompok tersebut selesai berdoa rosario, kami pun berkumpul bersama untuk berdoa rosario. Sempat ragu melintas lagi dalam pikiran saya untuk tidak mengikuti doa rosario itu karena saya kembali harus menaiki banyak anak tangga yang nantinya harus saya turuni kembali dengan susah payah, tetapi kerinduan untuk hadir di hadapan Bunda Maria lebih kuat dan mengalahkan ketakutan saya itu.

Dalam doa rosario itu, kembali saya panjatkan doa seperti doa yang saya panjatkan sewaktu di Goa Maria di Gereja Maria Putri Murni Sejati. Ada penjelasan yang pernah saya dengar yang mengatakan jika kamu ingin doamu dikabulkan maka berjanjilah kamu akan melakukan sesuatu setelah doamu dikabulkan, ntah kamu akan mencetak buku, atau apapun yang kamu rasa mampu, tetapi saya tidak berani menjanjikan apapun karena saya takut saya tidak sanggup menepati janji saya itu, akhirnya saya berkata jika doa saya ini dikabulkan maka saya akan bersyukur kepadaMu ya Tuhan.

Demikianlah ziarah saya ke Goa Maria Sawer Rahmat. .
































 Inti dari ziarah ku kali ini adalah

Tuhan tidak pernah menutup telinganya terhadap setiap doa-doa kita
Tuhan tidak pernah bosan mendengar keluh kesah hati kita
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun

Dalam kelemahan kita, kuasa Tuhan menjadi nyata
Dalam kepasrahan kita, tangan Tuhan bekerja luar biasa
Dalam keputus asaan kita, karya Tuhan menjadi indah

Saat ku lemah, ku kan berseru "Tuhan, berikan aku kekuatan, agar aku mampu berjalan terus sesuai rencanaMu"
Saat ku takut, ku kan berkata "Tuhan, aku takut, tolong aku, aku sungguh takut, berikan aku keberanian untuk melangkah ya Tuhan, pegang tanganku agar aku tahu bahwa kau senantiasa ada di sampingku"
Saat ku pasrah, ku kan berteriak "Tuhan kenapa begini, kenapa yang aku lakukan tidak ada yang berhasil dan semua sia-sia. Tuhan, terserah lah Kau mau apa dalam hidupku, satu yang kupercaya apapun yang Kau lakukan itu indah bagiku, baik bagiku"

Doaku memang belum terjawab semuanya, tapi dengan ziarek ini, imanku kembali dihidupkan.
Keyakinan bahwa kasih masih ada,
Keyakinan bahwa doaku tidak akan pernah tidak didengarkan Tuhan,
Keyakinan bahwa Tuhan akan menjawab doaku tepat pada waktuNya
Keyakinan bahwa yang aku butuhkanlah yang akan Tuhan berikan, nyata dalam hal hujan dan jatuh, memang itu yang aku butuhkan dan memang itu yang Dia berikan. Bukan sakit yang Dia berikan agar aku tidak terjatuh, tapi topangan kasih, perhatian dan tangan dari orang sekelilingku yang diberikanNya agar aku tidak terjatuh.

Tuhan, terima kasih untuk satu pengalaman kasih yang telah Kau kembali nyatakan dalam hidupku lewat ziarek ini.

Salam kasih,
- L i s e -

Kamis, 14 April 2011

Dalam Kesusahanku

Dua minggu telah berlalu sejak kepergianmu
Namun bayang dirimu selalu lekat dalam ingatku
Kala kumasuk ruang indah itu, kenangku padamu kembali
Kosong, sepi, tiada dirimu, tiada hadirmu

Setahun sejak peristiwa itu berlalu
Setahun sejak aku berlari padamu
Mencari penghiburan, mencari kehangatan
Dan semua itu mampu kutemukan dalam tatapmu

Tiada yang mempercayaiku
Tiada yang mampu menopang langkah goyahku
Tiada yang mampu mengangkat beban hatiku
Tiada yang mampu mengusap air mataku
Tiada yang mampu menenangkan galau jiwaku
Hanya kau yang mampu melakukannya dengan sempurna

Kau hadir dalam gundahku
Kau hapus air mataku
Kau tenangkan gelisahku
Kau tatap aku dengan tatapan penguatan

Bapa, kau tak lagi ada di sampingku
Kini kau telah pergi
Meninggalkan sejuta indah di hatiku
Meninggalkan damai abadi di kalbuku

Bapa, malaikatku, kekuatanku
Terima kasih untuk kepercayaan tanpa syarat yang kau berikan padaku
Terima kasih untuk penguatan yang kau limpahkan padaku
Selamat jalan Bapa, berjalanlah ke rumah Bapa dalam kedaimaian



Mengenang 2 minggu berpulangnya Romo Bruno Orru SX (31 Maret 2011 - 14 April 2011)

Beliau adalah seseorang yang luar biasa dalam hidupku
Seseorang yang telah percaya padaku tanpa syarat,
Seseorang yang berkata "Aku percaya padamu, kuatlah dalam perjuanganmu, doaku senantiasa menyertaimu"
Seseorang yang mampu memberi kekuatan dalam setiap kelemahan dan dosaku,
Seseorang yang dengan setia mendamaikan aku dengan Allah melalui Sakramen Perdamaian yang senantiasa disediakan dalam tiap perjumpaan dengannya

Kedekatan dalam dunia tidaklah cukup,
Aku tidaklah cukup mengenal siapa beliau,
Namun hatiku senantiasa terikat pada beliau.

Kini setelah kepergiannya,
Aku percaya bahwa beliau telah menjadi salah seorang kudus dalam kerajaanNya,
Dan beliau senantiasa hadir dalam hidupku,
Menjadi malaikat pelindung dalam tiap langkahku

Perkataannya dan semangatnya takkan pernah mampu kulupakan
Kedamaian yang senantiasa dipancarkan dalam tatapnya akan senantiasa kukenang

Selamat jalan Bapa,
Selamat menempati tempat terbaik yang telah Dia sediakan bagimu,

Selasa, 22 Februari 2011

Sahabatku Cinta Sejatiku

Kadang aku berpikir, "Apa yang salah dengan diriku ?"
Kadang juga aku berpikir, "Apa sikapku yang telah melukaimu ?"
Mengapa engkau diam seribu bahasa terhadapaku.
Seolah aku musuh yang harus kau jauhi seumur hidupku.

Kering air mataku.
Luka hatiku semakin dalam, terkoyak, berdarah, bernanah, dan sulit sembuh.
Tak dapatkah kau anggap aku sebagai sahabatmu.
Tak dapatkah kau perlakukan aku seperti layaknya engkau memperlakukan sesamamu.

Bicaralah padaku.
Pedulikan aku.
Sapalah aku.
Tersenyumlah padaku.

Siang malam aku berpikir, apa yang telah melukai hatimu.
Tiap detak jantungku, aku merenung apakah kataku telah melukaimu.
Dalam hening malam aku senantiasa merasa sakit dalam hatiku.
Tak sanggup kulakukan apapun untuk menggapai engkau selain berdoa.

Kutitip harapku pada Sang Pencipta.
Kuberharap agar Ia senantiasa memberkati engkau.
Agar Ia senantiasa melindungimu dari galau dan gemerlap dunia.
Kupinta agar Ia melimpahkan segala karunai bagimu dan keluargamu.

Sahabat, selamanya kau akan ada dalam hatiku.
Sahabat, walau harapku lebih namun aku berusaha membatasi diri.
Sahabat, aku kan selalu mengenang keindahan kala bersamamu, karena kaulah keindahan itu.
Sahabat, aku takkan sanggup menangis lagi untukmu, karena seluruh tangisku telah kuberi padamu.

Dan selamanya kau kan menempati tempat terindah dalam hatiku,
Dan dalam doaku namamu akan senantiasa kusebut
Dan tiap harapku adalah agar engkau bahagia.
Dan kau lah sahabatku, kau lah cinta sejatiku