Kamis, 14 April 2011

Dalam Kesusahanku

Dua minggu telah berlalu sejak kepergianmu
Namun bayang dirimu selalu lekat dalam ingatku
Kala kumasuk ruang indah itu, kenangku padamu kembali
Kosong, sepi, tiada dirimu, tiada hadirmu

Setahun sejak peristiwa itu berlalu
Setahun sejak aku berlari padamu
Mencari penghiburan, mencari kehangatan
Dan semua itu mampu kutemukan dalam tatapmu

Tiada yang mempercayaiku
Tiada yang mampu menopang langkah goyahku
Tiada yang mampu mengangkat beban hatiku
Tiada yang mampu mengusap air mataku
Tiada yang mampu menenangkan galau jiwaku
Hanya kau yang mampu melakukannya dengan sempurna

Kau hadir dalam gundahku
Kau hapus air mataku
Kau tenangkan gelisahku
Kau tatap aku dengan tatapan penguatan

Bapa, kau tak lagi ada di sampingku
Kini kau telah pergi
Meninggalkan sejuta indah di hatiku
Meninggalkan damai abadi di kalbuku

Bapa, malaikatku, kekuatanku
Terima kasih untuk kepercayaan tanpa syarat yang kau berikan padaku
Terima kasih untuk penguatan yang kau limpahkan padaku
Selamat jalan Bapa, berjalanlah ke rumah Bapa dalam kedaimaian



Mengenang 2 minggu berpulangnya Romo Bruno Orru SX (31 Maret 2011 - 14 April 2011)

Beliau adalah seseorang yang luar biasa dalam hidupku
Seseorang yang telah percaya padaku tanpa syarat,
Seseorang yang berkata "Aku percaya padamu, kuatlah dalam perjuanganmu, doaku senantiasa menyertaimu"
Seseorang yang mampu memberi kekuatan dalam setiap kelemahan dan dosaku,
Seseorang yang dengan setia mendamaikan aku dengan Allah melalui Sakramen Perdamaian yang senantiasa disediakan dalam tiap perjumpaan dengannya

Kedekatan dalam dunia tidaklah cukup,
Aku tidaklah cukup mengenal siapa beliau,
Namun hatiku senantiasa terikat pada beliau.

Kini setelah kepergiannya,
Aku percaya bahwa beliau telah menjadi salah seorang kudus dalam kerajaanNya,
Dan beliau senantiasa hadir dalam hidupku,
Menjadi malaikat pelindung dalam tiap langkahku

Perkataannya dan semangatnya takkan pernah mampu kulupakan
Kedamaian yang senantiasa dipancarkan dalam tatapnya akan senantiasa kukenang

Selamat jalan Bapa,
Selamat menempati tempat terbaik yang telah Dia sediakan bagimu,

Selasa, 22 Februari 2011

Sahabatku Cinta Sejatiku

Kadang aku berpikir, "Apa yang salah dengan diriku ?"
Kadang juga aku berpikir, "Apa sikapku yang telah melukaimu ?"
Mengapa engkau diam seribu bahasa terhadapaku.
Seolah aku musuh yang harus kau jauhi seumur hidupku.

Kering air mataku.
Luka hatiku semakin dalam, terkoyak, berdarah, bernanah, dan sulit sembuh.
Tak dapatkah kau anggap aku sebagai sahabatmu.
Tak dapatkah kau perlakukan aku seperti layaknya engkau memperlakukan sesamamu.

Bicaralah padaku.
Pedulikan aku.
Sapalah aku.
Tersenyumlah padaku.

Siang malam aku berpikir, apa yang telah melukai hatimu.
Tiap detak jantungku, aku merenung apakah kataku telah melukaimu.
Dalam hening malam aku senantiasa merasa sakit dalam hatiku.
Tak sanggup kulakukan apapun untuk menggapai engkau selain berdoa.

Kutitip harapku pada Sang Pencipta.
Kuberharap agar Ia senantiasa memberkati engkau.
Agar Ia senantiasa melindungimu dari galau dan gemerlap dunia.
Kupinta agar Ia melimpahkan segala karunai bagimu dan keluargamu.

Sahabat, selamanya kau akan ada dalam hatiku.
Sahabat, walau harapku lebih namun aku berusaha membatasi diri.
Sahabat, aku kan selalu mengenang keindahan kala bersamamu, karena kaulah keindahan itu.
Sahabat, aku takkan sanggup menangis lagi untukmu, karena seluruh tangisku telah kuberi padamu.

Dan selamanya kau kan menempati tempat terindah dalam hatiku,
Dan dalam doaku namamu akan senantiasa kusebut
Dan tiap harapku adalah agar engkau bahagia.
Dan kau lah sahabatku, kau lah cinta sejatiku

Senin, 21 Februari 2011

Bintang Hatiku

Aku jatuh cinta.
Jatuh cinta dengan kelembutanmu.
Jatuh cinta dengan senyumanmu.
Jatuh cinta dengan tatap matamu.

Aku tergila-gila.
Tergila-gila pada hangat suaramu.
Tergila-gila pada riang candamu.
Tergila-gila pada genggam tanganmu.

Aku tak kan mampu lepas darimu.
Selamanya aku akan menautkan hati ini padamu.
Tak kan mampu aku berpaling darimu.
Bahkan tuk berpalingpun aku tak sanggup.

Panah cinta itu telah menembus hatiku.
Tertancap kuat dalam sanubariku.
Tiap hela nafasku hanya cintamu yang kuingat.
TIap langkahku selalu diiring cintamu.

Cintamu bagaikan hangat mentari bagi hati dinginku.
Cintamu laksana bintang dalam kelam sanubariku.
Kau nyalakan kembali semangatku.
Kau hidupkan kembali kasihku.

Aku tak mau hanya berdiam diri menanti engkau datang padaku.
Aku tak mau menantikan hanya membalas kata cintamu padaku.
Aku hendak menghampiri engkau, menjemput cintamu.
Aku akan mengatakan cinta kepadamu.

Karena engkau begitu berarti bagiku.
Aku tak sanggup jauh darimu.
Aku tak sanggup lepas darimu.
Karena kau nafas jiwa kasihku.


Untuk seseorang yang menempati tempat terbaik di hatiku,
Namun tak mungkin untuk kuraih

Senin, 17 Januari 2011

From Me To You

Terkadang aku berpikir,
Hidup jauh dariMu adalah suatu kenikmatan,
Dimana aku tak perlu risau akan larangan,
Akan nilai baik dan buruk.

Tak jarang aku berkhayal,
Kenikmatan hidup kala aku jauh darimu,
Tak perlu menimbang norma dan nilai,
Cukup menjalani hidup dengan ketulusan.

Aku tak hendak hidup jauh dariMu,
Namun aku tak hendak mengikatkan hatiku pada ajaranMu,
AjaranMu yang hidup di hatiku adalah kasih,
Bukan menghakimi dan bukan menilai sesama.

Tak gunalah kepandaianku jika itu akan merendahkan sesamaku,
Tak gunalah manis tutur kataku, jika itu hanya kepura-puraan belaka,
Tak gunalah kebijaksanaanku menurut penilaian sesama, jika itu hanya untuk menyombongkan diriku,
Tak gunalah aku dekat denganMu, jika itu hanya untuk memenuhi formalitas beragama.

Sungguh berbahagialah aku, jika aku dapat menerima Engkau bukan karena ajaran seseorang.
Sungguh bersukacitalah hatiku, jika aku dapat dekat denganmu bukan untuk mengambil hati seseorang,
Sungguh bersyukurlah aku, bila aku dapat sempurna bukan dalam pandangan orang lain,
Sungguh bergiranghatilah aku, bila aku dapat menjadi kesayangaMu bukan berdasar kata orang.

Tuhan, aku sungguh ingin dekat denganMu, tetapi bukan untuk menarik seseorang agar mencintaiku.
Aku sungguh ingin mengikuti semua kehendakMu, tetapi bukan perkataan orang lain yang mereka ucapkan itu adalah firmanMu.
Aku sungguh ingin menjadi perpanjangan tanganMu, tetapi bukan untuk mendapat penilaian baik di mata orang lain.
Aku sungguh ingin menjadi indah, namun bukan untuk menyenangkan sesamaku, melainkan hanya untuk Engkau.

Tuhan, jikalau aku mampu berkata-kata, itu bukanlah untuk menunjukkan kebijaksanaanku, tetapi untuk menunjukkan hadirMu dalam hidupku.
Jikalau aku mampu berbagi dengan sesamaku, itu bukanlah karena kelebihanku, tetapi karena berkatMu yang melimpah dalam hidupku yang sudah tak mampu tuk kubendung dalam hidupku.
Jika aku mampu menghibur sesamaku, itu bukanlah agar aku dicintai sesamaku, tetapi agar aku mengenal kasih yang sesungguhnya dariMu.
Jikalau aku mampu menyelesaikan masalah dan persoalan, itu bukanlah karena hebatku, namun agar aku memiliki kepercayaan pada berkatmu.

Tuhan, aku tak ingin menjadi seperti apa yang orang bilang baik maka itu baik bagiMu,
Aku ingin menjadi baik menurut apa yang Engkau nilai baik.
Aku tidak ingin menjadi bijaksana seperti penilaian orang-orang kepadaku,
Aku ingin menjadi bijaksana hanya bagi dirku sendiri, agar aku tidak perlu menghakimi sesamaku.

Tuhan, aku bukanlah aku yang dinilai orang lain,
Baik menurut orang lain, penuh kasih menurut orang lain, bijaksana menurut orang lain.
Penilaian itu baik adanya bagiku, tetapi itu hanya kesenangan semu bagiku.
Aku hanya ingin menjadi baik dalam pandanganMu, dan bila saatnya tiba nanti, Engkau yang akan menjadi pusat cinta seutuhnya dalam hidupku



"Dan aku tidaklah ingin dekat denganMu hanya untuk menyenangkan sesamaku,
Namun aku hanya ingin dekat denganMu agar aku tahu betapa senangnya hatiku saat itu.
Bukan penilaian baik dari manusia yang menjadikan aku baik bagimu, 
Tetapi penilaian baik dariMu yang akan menjadikan aku sempurna bagi kerajaanMu"

Minggu, 16 Januari 2011

Welcome To 30th Zone to Myself

I am a woman now...and I am in 30th zone now..... :)

Lama banget pengen ngepost kalimat itu, tapi belum nemu momen yang pas karena pas waktu ada keinginan ngepost itu kan belum in 30th zone...so ditunggu lah saat yang tepat, dan hari ini adalah saat yang tepat.
Tadinya si pengen buat post an ini dalam bahasa "tetangga" biar maknanya lebih dalem lagi, tapi berhubung keterbatasan sumber daya pribadi yang dimiliki, so di post dalam bahasa lokal setempat aja deh ^_^

Akhirnya saat yang ditunggu tiba juga. Pergantian dari kepala "2" menjadi kepala "3"

Setahun yang lalu, pernah bertanya pada seseorang "Gimana rasanya umur 30 ?"

Jawaban dari dia adalah "Ya sama aja lah Lise, kan tiap taon juga ulang tahun"

Maybe dia yang menjawab itu membaca tulisan ini, maybe juga dia ga baca, but ga tersangkut dari dia baca atau ga tulisan ini, yang pasti kalo aku ditanya "Gimana rasanya umur 30 ?" maka aku akan menjawab "Wow, gile, gue dah 30 yaaa...udah dewasa ni, berubah dari seorang gadis menjadi seorang wanita"

Hahaha...ga ada kecemasan dalam memasuki usia kepala "3"

GA ADA sama sekali.....malahan aku excited banget pas bangun tidur dan tersadar kalo "Gue dah ga anak-anak lagi ni, gue da kepala "3" loh....kalo bertindak da kudu mikir dan da kudu rem omongan lah klo ga penting biar ga nyakitin orang lain"

Apalagi yang dirasa ya di awal kepala "3" ini ?

Berasa blessfull banget (eh bener salah si ni nulisnya, anggep aja bener d heheh).
Gimana ga berasa penuh berkat, semua orang mendoakan mulai dari yang simple "semoga sehat, panjang umur" sampai yang rada berat "semoga tetap menjadi berkat bagi sesama" dan juga yang meneguhkan "janjiNya ga akan pernah terlambat"

Perasaan lainnya ada juga sih. Berasa lebih bertanggung jawab terhadap hidup ini, terutama untuk langkah ke depannya. Ga mau juga kan kalo dalam hidup ke depannya cuma "Mengalir bagaikan air, or let it flow aja"

So, pas di penghujung usia kepala "2" kemaren ada dong target yang udah ditetapkan. Just a simple plan si...pengen banget punya usaha dimana itu bisa dikelola sepenuhnya secara pribadi, dan nantinya usaha itu boleh menjadi berkat juga bagi sesama, entah itu membuka lapangan kerja bagi sesama, atau sekedar sebagai penyalur berkat bagi sesama.

Oh ya ampun...dalam usia baruku ini luar biasa banyak hal-hal yang telah kurencanakan.

Aku sama sekali tidak merasa usiaku semakin berkurang, tetapi yang kurasakan adalah hidupku yang semakin penuh berkat, semakin bersemangat, semakin penuh warna.

Okay lah....masa lalu telah kututup dan kujadikan kenangan.
Aku siap menyongsong masa depanku.
Kubuka lembaran baru, dan akan kutulis kisah-kisa indah untuk masa depanku.

"Welcome to 30th zone for myself"

Jumat, 14 Januari 2011

Kau berikan aku kebencian
Kuberikan kau kasih sayang

Kau berikan aku celaan
Kuberikan kau sanjungan

Kau acuhkan aku
Aku pedulikan kau

Kusenantiasa akan memberikan cinta padamu
Kusenantiasa memberikan kasih sayang padamu
Kusenantiasa menghangatkan hatimu
Kusenantiasa menjadi pendengarmu